Tips dan Cara Memutihkan Wajah Dengan Buah-buahan Secara Mudah dan Cepat

Setiap orang baik itu wanita maupun pria pasti menginginkan wajah yang sehat, putih dan bersih, tentu saja untuk mendapatkan wajah idaman memerlukan perawatan yang cukup, baik itu dari dalam maupun luar, menjaga kulit wajah dari dalam dengan cara alami, misalnya mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sehingga mampu memberi nutrisi dan vitamin yang cukup sesuai kebutuhan kulit anda, nah bagaimana cara menjaga kulit wajah dari luar? tentu saja dengan mencoba bahan alami yang ada di sekitar anda.
Kami disini sudah mengumpulkan beberapa cara alami untuk memutihkan wajah mudah dan cepat, lagi pula bahan yang ada di sekeliling kita saja, apa saja bahan alami untuk mencerahkan wajah?


1. Cara Memutihkan Wajah dengan Masker Tomat


Memutihkan Wajah dengan Masker Tomat


Memang buah tomat mempunyai banyak manfaat untuk kecantikan, terutama kecantikan kulit wajah, bagaimana caranya? kita bisa memanfaatkan buah tomat sebagai masker wajah, kandungan antioksidan pada buah tomat mampu melindungi kulit anda dari sinar Ultraviolet pada siang hari, terlebih baik untuk anda yang sering beraktifitas di luar ruangan.

Baca Juga Cara menghilangkan jerawat dengan Tomat

Cara membuatnya.
Ambilkan 2 buah tomat merah yang masih segar dan haluskan dengan blander tambahkan sedikit perasan jeruk nipis, lalu oleskan pada bagian wajah hindari mengenai mata, biarkan beberapa menit dan bersihkan dengan air hangat, lakukan pada malam hari sebelum tidur supaya kulit wajah anda akan terawat dari luar dengan baik.

2. Memutihkan wajah dengan Lidah Buaya


Cara Memutihkan wajah dengan Lidah Buaya


Lidah buaya, sebagian orang mengandalkan lidah buaya untuk perawatan rambut, memang iya lendir pada daun ini mempunyai berbagai khasiat yang luar biasa, tetapi bagaimana cara memutihkan wajah dengan lidah buaya? ya, lidah buaya mengandung Vitamin A, B, C dan E yang mampu memberi efek positif untuk kulit cerah anda dengan cepat.

Baca Juga Khasiat Lidah Buaya untuk kesehatan dan Kecantikan

Cara Membuatnya
Cara mencerahkan wajah dengan lidah buaya kita tak perlu mengolah daun ini dengan bahan lain, cukup anda pisahkan lendir pada daun lidah buaya dan langsung saja anda oleskan seluruh kulit wajah, dan diamkan selama 20 menit lalu bersihkan dengan air, lakukan cara ini pada malam ataupun pagi hari, kandungan pada lidah buaya sangat aman untuk perawatan kulit.

3. Memutihkan wajah dengan Sari Bengkoang


Memutihkan wajah dengan Sari Bengkoang


Secara jelas kita lihat gambar buah bengkoang pada botol atau produk kecantikan, berarti buah ini menjadi bahan utama untuk menjaga kelembapan kulit, Nah kita sekarang bisa mencoba Cara memutihkan wajah dengan Bengkoang, kandungan pada buah Bengkoang terdapat vitamin B dan C yang tinggi sehingga dapat merawat kulit wajah dengan baik.

Cara Membuat
Cara memutihkan wajah dengan bengkoang kita bisa memanfaatkan sari dari buah ini, kupas buah bengkoang dan parut lalu peras hingga mengeluarkan air dari ampas tersebut, dan tuangkan pada sebuah wadah dan diamkan selama 15 menit sampai terdapat endapan dibawahnya, lalu pisahkan endapan Bengkoang tadi dan oleskan seluruh wajah diamkan selama 20 menit bersihkan dengan air, gunakan secara rutin 1 kali dalam sehari.

4. Putih Telur dan Jeruk Nipis


Memutihkan wajah dengan Putih Telur dan Jeruk Nipis


Kandungan protein pada telur akan menutrisi kulit wajah anda dengan baik dan kandungan antioksidan pada jeruk nipis juga akan melindungi kulit wajah anda dari bahaya sinar UV, sehingga kulit wajah akan terjaga dengan baik sepanjang hari.

Baca Juga Manfaat Putih telur untuk Perawatan Wajah

Cara Membuat
Cara memutihkan wajah dengan masker telur dan jeruk nipis, Ambilkan 1 telur ayam kampung dan pisahkan putih telur lalu kocok hingga berbusa putih dan tambahkan perasan jeruk nipis, lalu olaskan seluruh wajah diamkan hingga kering, dengan menggunakan jeruk nipis maka bau amis pada telur akan hilang, lakukan cara ini pada malam hari sebelum tidur.

5. Dengan Masker Pepaya


Cara Memutihkan Wajah dengan masker pepaya


Siapa sangka buah yang selalu kita jadikan jus segar bisa bermanfaat untuk mencerahkan wajah, Bagaimana cara mencerahkan wajah dengan Pepaya? Seperti abiasa buah pepaya dapapt dijadikan masker alami sebagai perawatan wajah dari luar, buah pepaya mempunyai sifat pemutih untuk sel kulit yang baik.

Cara membuat
Cara membuat masker pepaya untuk memutihkan kulit sangatlah sederhana, kita tak perlu menambahkan bahan lain cukup dengan menghaluskan 1 potongan buah pepaya segar dengan Blender dan oleskan di seluruh wajah diamkan selama 20 menit supaya kandungan dan rasa sejuk pada buah ini dapat dirasakan oleh pori-pori kulit anda, gunakan masker pepaya pada malam hari sebelum tidur.
Baca Seelengkapnya

Pengertian dan Struktur Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel Hewan dan Sel Tumbuhan





            Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri.




            Sel memiliki
karakter tertentu sehingga dapat memberikan gambaran saat diberi
pewarnaan. Karakter tersebut memberikan gambaran atas peran fungsional
sel seperti kemampuan sekresi, keaktifan sel dalam produksi protein,
endokrin, pergerakan, absorpsi, ekskresi, perlindungan, reproduksi,
kematian sel, dan sebagainya.



















Sel



Sel memiliki karakteristik dasar yang unik,diantaranya sel merupakan
struktur kompleks namun teratur, memiliki program genetik dan memiliki
cara untuk menggunakannya, mampu memperbanyak diri, melaksanakan reaksi
kimia, dan sel juga mampu merespon terhadap berbagai rangsang.


Sel
memiliki keragaman berdasarkan bentuk dan ukuran, pergerakannya (ada
beberapa sel yang bergerak cepat dan memiliki struktur berubah-ubah, ada
juga yang cenderung tidak bergerak dan memiliki struktur tetap), 
struktur sel dan ada tidaknya membran inti. Keragaman lainnya dilihat dari sel membutuhkan O2 untuk hidup atau tidak membutuhkan O2.





Sel pada makhuk hidup dibedakan atas dasar struktur sel dan ada tidaknya membran inti menjadi dua kelompok yaitu kelompok sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biruSel prokariotik tidak memiliki membran nukleus yang jelas untuk melindungi DNA. Sedangkan, sel eukariotik contohnya sel tumbuhan dan hewan tingkat tinggi, fungiSel eukaryotik memiliki kompartemen sitoplasma yang dikelilingi membran yang jelas, nukleus berisikan DNA.


Kebanyakan sel
prokarotik berukuran kecil dan berpenampilan sederhana serta hidup
sebagai individu independen atau dalam komunitas yang terorganisasi
secara longgar. Jenis ini berbentuk sferis atau batang, berukuran
beberapa mikrometer dalam dimensi linear. Sel prokariota juga memiliki
lapisan perlindungan yang kuat, yaitu dinding sel yang di bawahnya
terdapat membran plasma yang menutupi kompartemen sitoplasma tunggal
yang berisi DNA, RNA, protein-protein, dan banyak molekul lainya yang
penting untuk kehidupan.

Bentuk
sel eukariota bisa berupa gelendong, pipih, bulat, kuboid, columnar.
Sel dibentuk atas kompartemen yaitu nukleus dan sitoplasma. Di dalam
sitoplasma, terdapat kompartemen-kompartemen lain yang juga dibentuk
oleh membran plasma yang juga disusun terutama oleh dwilapis fosfolipid.
Kompartemen ini membentuk ruang di dalam sel, organel, atau pun
vesikel. Selain organel sel, terdapat pula sitoskeleton dan sitosol. 


sel prokariotik dan sel eukariotik


Gambar 1. Sel prokariotik dan sel eukariotik




Beberapa organel pada sel hewan dan sel tumbuhan
ada yang berbeda, ada beberapa organel pada sel hewan yang tidak
terdapat pada sel tumbuhan, begitupun sebaliknya dengan sel tumbuhan,
ada beberapa organel sel tumbuhan yang tidak terdapat pada sel hewan,
diantaranya : pada sel hewan terdapat lisosom dan sentriom, sedangkan
pada sel tumbuhan terdapat dinding sel,vakuola, plastid, dan peroksisom.


sel hewan dan sel tumbuhan

 

Gambar 2. Sel hewan dan sel tumbuhan




Secara umum organel sel yang sama pada sel hewan dan sel tumbuhan terdiri atas :



  Membran Plasma



Membran
sel merupakan selaput terluar sel yang berupa bilayer lipid dengan
protein integral dan ferifer. Tebal membran sel antara 7,5 - 10
nanometer, sifatnya selektif permeabel. Fungsi spesifik membran plasma
dan berbagai tipe membran didalam sel bergantung pada jenis fosfolipid
dan protein yang ada. Membran plasma juga memiliki karbohidrat yang
melekat pada permukaan luarnya.


membran sel


Gambar 3. Membran sel




Fungsi
lain membran sel yaitu untuk pelindung, reseptor dan mengatur keluar
masuknya zat dari dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, difusi
berfasilitas, dan transport aktif. Difusi adalah pergerakan molekul dari konsentrasi tinggi (hipertonis) ke konsentrasi rendah (hipotonis). Osmosis adalah
pergerakan air dari konsentrasi air tinggi (banyak air) ke konsentrasi
air rendah (sedikit air) melalui membran semi permeabel. Difusi berfasilitas adalah difusi atau perpindahan zat yang menggunakan protein pembawa tanpa memerlukan energi (ATP). Transpor aktifadalah pergerakan molekul melalui membran yang memerlukan energi ATP.





 Retikulum Endoplasma (RE)




retikulum endoplasma


Retikulum
endoplasma merupakan labirin membran yang banyak, sehingga retikulum
ini meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.
Retikulum endoplasma berupa vesikel atau kantung yang dapat berbentuk
pipih, bundar, atau tubuler dan satu sama lain dapat berhubungan. RE
memiliki selapis membran, dan membran tersebut ada yang berhubungan
dengan membran inti dan membran plasma sehingga dapat berperan sebagai
penghubung antara bagian luar sel dengan bagian dalam sel. Terdapat dua
jenis RE yaitu :


·         RE
halus (REH) yani RE yang tidak dilekati ribosom, yang berfungsi dalam
bermacam-macam proses metabolisme, termasuk sintesis lipid, metabolisme
karbohidrat, serta menawarkan obar dan racun. Enzim RE halus penting
untuk sintesis lipid, termasuk fosfolipid dan steroid. Diantara steroid
yang dihasilkan oleh RE halus adalah hormon seks vertebrata dan berbagai
hormon steroid yang di sekresi oleh kelenjar adrenalin.


·         RE
kasar (REK) yakni RE yang dilekati ribosom. RE memiliki peran anabolik
dan protektif. Peran anabolik yakni mensintesis kolesterol, hormon
steroid, dan asam-asam empedu. Peran katabolik yakni dapat mengubah atau
menetralisir bahan yang bersifat toksik. Mekanisme kerja antar RE dan
organel lain seperti mitokondria dapat saling berhubungan.





 Badan Golgi



Struktur Badan Gogi berbentuk tumpukan kantong-kantong pipih, (didalamnya terdapat pula yang bundar dan tubuler), yang sangat kompleks yang memiliki dua permukaan yakni permukaan luar berbentuk cembung (forming face) dan permukaan dalam berbentuk cekung (maturing face).
Membran yang membentuk kantong sebanyak selapis. Badan Golgi berfungsi
menghasilkan lisosom, sekret, dan menyimpan protein serta enzim yang
akan disekresikan.









Gambar 5. Badan golgi




Badan
Golgi terdapat di mana-mana dalam sel, terdiri dari membran dengan
ketebalan sekitar 6–8nm. Unit dasar Badan golgi adalah diktiosom atau Golgi field.
Apparatus Golgi terdiri atas tumpukan 3-8 membran yang berbentuk
arkuata (menyerupai busur) dalam jarak dekat satu sama lainnya. Membran
mengelilingi sisterna sempit yang panjang, yang sedikit melebar pada
ujung-ujungnya. Sisterna Golgi selalu didampingi vesikel Golgi vesicles,
yang mengantar dan mengekspor material (vesikel transpor). Materi yang
diterima dari RE dimodifikasi dan disimpan dalam badan golgi dan
akhirnya dikirim di permukaan sel atau tujuan yang lain.



 Mitokondria


   Mitokondria berbentuk bulat lonjong atau bercabang, ukurannya 500 sampai 2000 nm. Mitokondria banyak terdapat pada sel
yang sedang aktif. Struktur mitokondria dikelilingi dua lapisan membran
yaitu membran luar dan membran dalam. Membran dalam membentuk
lipatan-lipatan ke dalam membentuk krista. Ruang dalam mitokondria
berisi matrik mitkondria yang mengandung banyak enzim. 





Gambar 6. Mitokondria




Mitokondria berfungsi sebagai penyedia energi bagi sel adalah komponen sel berserabut seperti batang, dan bergranul. Struktur dasar mengikuti dasar-dasar bentuk yang sama pada semua mitokondria. Bentuk dan ukuran mitokondria bisa sangat berbeda, dari yang kecil hingga yang ukuran besar jumlah mitokondria dalam satu sel juga bervariasi. Selain
dari mitokondria jenis krista, ada juga mitokondria dengan membran
dalam yang menonjol ke dalam mitokondria seperti jari tangan atau saku.
Mereka adalah mitokondria jenis tubular atau saccular. Tonjolan ini juga
dapat menyerupai batang atau memiliki tepi-tepi, seperti yang mereka
lakukan dalam mitokondria jenis prismatik. Mitokondria jenis tubular dan
saccular terjadi pada sel-sel yang memproduksi hormon steroid.










 Inti atau Nukleus



inti sel atau nukleus


sentriol




Letak
inti pada sitoplasma biasanya di tengah. Umunya sel mahluk hidup
mengandung satu inti, tetapi ada pula yang memiliki inti lebih dari satu
misalnya sel otot lurik. Bagian-bagian inti sel yaitu:


1.      Membran inti


Membran
inti memisahkan inti sel dari sitoplasma. Membran inti terdiri dari dua
lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu terdapat pori-pori yang
berfungsi tempat keluar masuknya bahan kimia. Lapisan membran yang
sebelah luar berhubungan dengan membran reticulum endoplasma.


2.      Nukleoplasma dan Kromosom


Inti
sel mengandung nukleoplasma atau plasma inti. Bahan kimia yang terdapat
pada nukleoplasma yaitu larutan fosfat, gula ribose, protein,
nukleotida, dan asam nukleat. Pada nukleoplasma terdapat benang-benang
kromatin yang tampak jelas pada saat pembelahan sel membentuk kromosom.
Fungsi kromosom yaitu mengandung material genetik yang berguna untuk
mengontrol aktivitas hidup sel dan pewarisan sifat-sifat yang
diturunkan.


3.      Nukleolus


Nukleolus
mengandung nukleoli yang berbentuk bulat. Secara kimia nukleolus
mengandung RNA dan protein. Nukleolus berfungsi untuk sisntesis RNA
ribosom.





Mikrotubulus



Berbentuk benang
silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel, motilitas
sel, pergerakan kromosom dalam pembelahan sel, pergerakan organel, dan
sebagai "rangka sel". 





 Mikrofilamen



Mikrofilamen
sama seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Mikrofilamen yaitu
batang padat yang berdiameter sekitar 7 nm. Terbentuk dari komponen
utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot).
Mikrofilamen berperan dalam mempertahankan bentuk sel, kontraksi otot,
mobilitas sel,  dan pembalahan sel.





 Filamen intermediate




Filament
ini memiliki diameter 8-12 nm, lebih besar daripada diameter
mikrofilamen, namun lebih kecil daripada diameter mikrotubulus, sehingga
disebut dengan filament intermediate. Struktur filament intermediat
yaitu protein fibrosa. Fungsi filament ini yaitu mempertahankan bentuk
sel, tambatan nucleus dan organel lain, serta pembentukan lamina nukleus
.




Mikrotubul dan mikrofilamen


Gambar 8. Mikrotubul dan mikrofilamen







Sel Hewan



         
Pada sel hewan organel-organel seperti nikleus, membran plasma,
mitokindria, dan lainnya sama dengan sel tumbuhan, yang membedakan yakni
adanya organel seperti :



  Lisosom



Lisosom
terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola, terdiri atas selapis
membran, dan diameternya kurang lebih 500 nm. Lisosom berfungsi untuk
mencerna bahan makanan yang masuk ke dalam sel, baik secara pinositosis
(makanan yang ‘ditelan’ berupa cairan) maupun secara fagositosis
(makanan yang ‘ditelan’ berupa padatan). Lisosom meliputi lisosom
primer, dan sekunder. Lisosom primer yakni lisosom yang belum melakukan
pencernaan. Lisosom sekunder yakni lisosom yang telah/sedang melakukan
pencernaan.


lisosom




Gambar 9. Lisosom




Lisosom
mencerna materi yang dimasukkan kedalam sel dan mendaur ulang materi
dari pembuangan intraseluler. Selama fagositosis sel mengurung makanan
dalam vakuola dengan membran yang terlepas secara internal dari membran
plasma. Vakuola makanan bergabung dengan lisosom, dan enzim hidrolitik
mencerna makanan tersebut. Setelah hidrolisis, gula sederhana, asam
amino dan monomer lain melewati membrane lisosom untuk menuju kedalam
sitosol sebagai nutrien untuk sel tersebut dengan proses autofagi, yaitu
lisosom mendaur ulang kandungan molekuler organel.





  Sentrosom



Umumnya
sel hewan mengandung sentrosom yang letaknya pada sitoplasma dekat
membran inti. Struktur sentrosom berbentuk bintang. Pada saat pembelahan
sel (Mitosis maupun Meiosis) mengandung dua sentriol. Sebuah sentriol
terbentuk dari 9 set tabung yang masing-masing set terdiri dari 3 buah
mikrotubul yang berfungsi menggerakkan kromosom pada saat pembelahan
sel. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.


sentrosom




Gambar 10. Sontrosom



Baca Seelengkapnya